โ€Žโ€œ๐๐ž๐ฆ๐ค๐š๐› ๐๐ž๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐“๐ž๐ ๐š๐ฌ: ๐ƒ๐š๐ง๐š ๐ƒ๐ž๐ฌ๐š ๐–๐š๐ฃ๐ข๐› ๐“๐ซ๐š๐ง๐ฌ๐ฉ๐š๐ซ๐š๐ง, ๐๐ž๐ง๐ฒ๐ข๐ฆ๐ฉ๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐’๐ข๐š๐ฉ ๐๐ž๐ซ๐ก๐š๐๐š๐ฉ๐š๐ง ๐๐ž๐ง๐ ๐š๐ง ๐‡๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฆโ€

POROSKABAR//Kabupaten Bekasiย 

โ€ŽPemerintah Kabupaten Bekasi mengirim pesan tegas kepada seluruh aparatur desa: pengelolaan dana desa tidak boleh lagi dilakukan secara sembarangan. Transparansi dan akuntabilitas kini menjadi harga mati.

โ€Žโ€ŽPesan itu mengemuka dalam Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 yang digelar di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Selasa (05/05/2026).

โ€Žโ€ŽPelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa setiap rupiah dana desa yang bersumber dari APBN wajib dipertanggungjawabkan secara menyeluruh baik secara teknis, administratif, maupun hukum.

โ€Žโ€Žโ€œTidak ada ruang untuk kelalaian. Dana desa harus transparan, akuntabel, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,โ€ tegasnya usai membuka kegiatan.

โ€Žโ€ŽDesa Jadi Ujung Tombak, Risiko Juga Membesar

โ€Žโ€ŽDengan luas wilayah mencapai 1.274 kmยฒ dan jumlah penduduk lebih dari 3,4 juta jiwa, Kabupaten Bekasi menghadapi tantangan besar dalam memastikan tata kelola desa berjalan optimal. Terdapat 179 desa yang menjadi ujung tombak pembangunan sekaligus titik rawan jika pengelolaan keuangan tidak dilakukan dengan benar.

โ€Žโ€ŽAsep mengingatkan, besarnya dana yang dikucurkan pemerintah pusat melalui skema dana desa harus diimbangi dengan kapasitas dan integritas aparatur desa.

โ€Žโ€Žโ€œJangan sampai dana yang seharusnya meningkatkan kesejahteraan justru menjadi sumber masalah hukum,โ€ ujarnya.

โ€Žโ€ŽPayung Hukum Kuat, Tapi Implementasi Jadi Kunci

โ€Žโ€ŽIa juga menyoroti pentingnya implementasi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa yang memberikan ruang lebih luas bagi desa untuk berkembang mandiri.

โ€Žโ€ŽNamun, menurutnya, peluang tersebut hanya akan berdampak jika penggunaan anggaran difokuskan pada prioritas yang tepat: pembangunan infrastruktur dasar, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi lokal.

โ€Žโ€Žโ€œDana desa bukan sekadar anggaran, tapi instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,โ€ katanya.

โ€ŽPengawasan Diperketat, Kolaborasi Diperluas

โ€ŽWorkshop ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga ajang penguatan pengawasan lintas lembaga. Hadir sebagai narasumber antara lain anggota DPR RI, Puteri Anetta Komarudin, perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, serta Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan.

โ€Žโ€ŽKehadiran lembaga-lembaga ini menandakan bahwa pengawasan dana desa kini tidak lagi bersifat administratif semata, melainkan juga menyentuh aspek hukum dan pencegahan korupsi.

โ€Žโ€Žโ€œIni bukan hanya pembinaan, tapi juga pengingat bahwa pengelolaan dana desa berada dalam pengawasan serius,โ€ kata Asep.

โ€Žโ€ŽDesa Berprestasi Diberi Apresiasi

โ€Žโ€ŽSebagai bentuk motivasi, Pemkab Bekasi juga memberikan penghargaan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pemerintah desa dengan pengelolaan keuangan serta aset terbaik.

โ€Žโ€ŽLangkah ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bahwa tata kelola yang baik bukan hanya menghindarkan dari masalah hukum, tetapi juga mampu mendorong kemajuan desa secara signifikan.

โ€Žโ€ŽEvaluasi Jadi Alarm Dini

โ€Žโ€ŽAsep menegaskan, workshop ini merupakan bagian dari upaya preventif pemerintah daerah untuk meminimalisir potensi penyimpangan sejak dini.

โ€Žโ€Žโ€œEvaluasi seperti ini penting agar aparatur desa tidak hanya paham aturan, tetapi juga mampu menjalankannya dengan benar,โ€ ujarnya.

โ€Žโ€ŽDi tengah meningkatnya sorotan terhadap penggunaan dana desa secara nasional, Pemkab Bekasi tampak ingin memastikan satu hal: dana yang digelontorkan negara benar-benar kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan nyata bukan sekadar laporan di atas kertas.

โ€Žโ€Žโ€œTujuan akhirnya sederhana, tapi krusial: dana desa harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,โ€ tandasnya.

๐‘น๐’†๐’…

โ€Ž