Poros Kabar – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara Kabupaten Bekasi, JM Hendro, menyoroti kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi yang dipimpin oleh Doni Sirait. Dirinya merasa khawatir tentang pencemaran sungai dan penanganan sampah yang ada selama beberapa tahun terakhir.
Misalnya, sungai Cilemahabang yang seharusnya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat kini tercemar oleh limbah dan sampah. JM Hendro mengungkapkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup kurang berusaha menangani masalah pencemaran ini, dan masyarakat merasa frustrasi karena tidak ada solusi yang nyata.
LSM Penjara juga menunjukkan bahwa banyak tumpukan sampah di tempat-tempat ramai seperti pasar, jalan, dan sekitar rumah sakit. Sampah yang menumpuk tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap dan dapat membahayakan kesehatan warga. Masyarakat mengeluhkan pengangkutan sampah yang lambat.
Selain itu, ada masalah serius di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, di mana ada pelanggaran dalam pengelolaannya. Bahkan Dinas Lingkungan Hidup dituduh tidak mengikuti standar pengelolaan limbah yang ditetapkan.
Warga semakin kecewa dan mendesak Bupati Bekasi untuk mengambil tindakan tegas. Adanya Pejabat Dinas Lingkungan Hidup yang pernah terlibat pelanggaran menunjukkan bahwa perlu ada evaluasi kinerja di dinas tersebut.
JM Hendro menekankan bahwa kepentingan masyarakat harus diutamakan. Dia berharap Bupati Bekasi segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki citra pemerintah dan mengembalikan kepercayaan warga. Salah satu saran yang diberikan adalah mencopot Kepala Dinas Lingkungan Hidup saat ini dan menggantinya dengan orang yang lebih kompeten.
SS/Red






