๐ƒ๐ข๐ง๐ค๐ž๐ฌ ๐Š๐š๐›๐ฎ๐ฉ๐š๐ญ๐ž๐ง ๐๐ž๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐†๐š๐ฌ๐ฉ๐จ๐ฅ! โ€Ž๐๐ž๐›๐š๐ง ๐“๐ฎ๐ง๐ ๐ ๐š๐ค๐š๐ง ๐ƒ๐ข๐›๐ž๐ซ๐ž๐ฌ๐ค๐š๐ง, ๐‹๐š๐ฒ๐š๐ง๐š๐ง ๐ƒ๐ข๐ฉ๐ž๐ซ๐œ๐ž๐ฉ๐š๐ญ

POROSKABAR//Kabupaten Bekasiย 

โ€Žโ€ŽDinas Kesehatan Kabupaten Bekasi memastikan penyelesaian tunggakan jaminan kesehatan yang sempat mencapai ratusan miliar rupiahย  Pemerintah daerah optimistis target Universal Health Coverage (UHC) dapat segera terealisasi dalam waktu dekat.

โ€Žโ€ŽTunggakan pembayaran jaminan kesehatan sebesar sekitar Rp247 miliar yang menjadi beban Pemerintah Kabupaten Bekasi kini mulai berkurang secara signifikan.

โ€Žโ€ŽKepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Arief Kurnia, menyampaikan langsung perkembangan tersebut.

โ€Žโ€ŽPernyataan ini disampaikan pada Sabtu, 25 April 2026.

โ€Žโ€ŽHal itu diungkapkan usai menghadiri perayaan ulang tahun RS Hermina di kawasan Grand Wisata, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

โ€Žโ€ŽMenurut Arief, penyelesaian tunggakan menjadi langkah penting untuk mempercepat pencapaian UHC, sehingga seluruh masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah dan cepat.

โ€Žโ€ŽArief menjelaskan, dari total tunggakan Rp247 miliar, sekitar Rp163 miliar telah dibayarkan. Sisa kewajiban akan diselesaikan secara bertahap, termasuk menunggu pencairan dana dari pemerintah provinsi sebesar Rp84 miliar yang akan langsung digunakan untuk pelunasan.

โ€Žโ€Žโ€œSecara finansial kita mampu. Insya Allah target UHC bisa kita capai, mudah-mudahan di bulan Juni atau Juli sudah tuntas,โ€ ujarnya.

โ€Žโ€ŽIa menambahkan, apabila status UHC prioritas telah tercapai, masyarakat yang mendaftar sebagai peserta jaminan kesehatan dapat langsung aktif di hari yang sama. Kondisi ini dinilai sangat membantu, terutama dalam situasi darurat.

โ€Žโ€Žโ€œSemua segmen bisa merasakan manfaatnya, baik PBI maupun mandiri. Ketika sudah prioritas, layanan menjadi lebih cepat dan mudah diakses,โ€ jelasnya.

โ€Žโ€ŽLebih lanjut, Dinas Kesehatan tetap memprioritaskan masyarakat rentan, khususnya yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 5. Kelompok ini akan terus diusulkan melalui Dinas Sosial kepada Kementerian Sosial agar dapat masuk dalam skema PBI yang dibiayai APBN.

โ€Žโ€Žโ€œPengusulan terus kita lakukan, meskipun keputusan akhir ada di Kementerian Sosial. Yang jelas, kami berkomitmen agar masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan jaminan kesehatan,โ€ tandasnya.

โ€Žโ€Ž๐‘ด.๐‘บ๐’๐’๐’†๐’‰

โ€Ž