BEKASI poroskabar.com – Rencana aksi damai Aliansi Ormas Bekasi ke kantor Bupati Bekasi dan Perumda Tirta Bhagasasi pada Senin, 27 Juli 2026 ditunda. Pengurus Aliansi Ormas Bekasi menyatakan aspirasi sudah diterima lebih awal oleh Plt Bupati Bekasi dr Asep Surya Atmaja sebelum aksi damai digelar.
“Awalnya kami akan menggelar aksi damai ke kantor Bupati Bekasi dan Perumda Tirta Bhagasasi untuk menyampaikan sikap, namun pak Plt Bupati Bekasi sudah temui kami lebih awal dan aspirasi diterima langsung oleh beliau, Jumat, 24 Juli 2026 kemarin,” kata Ketua Umum Aliansi Ormas Bekasi HM Zaenal Abidin, Sabtu, 25 Juli 2026.
Diakuinya surat pemberitahuan penundaan aksi damai sudah disampaikan ke Kapolres Metro Bekasi setelah kajian bersama jajaran pengurus Aliansi Ormas Bekasi, Forum Remaja Mahasiswa Indonesia (Formasi) dan Pusbakum.
“Sesuai janji pak Plt Bupati Bekasi, aspirasi kami akan langsung ditindaklanjuti dan hasilnya akan disampaikan empat belas hari ke depan,” ungkap HM Zaenal Abidin.
Diberitakan sebelumnya, Aliansi Ormas Bekasi berencana melakukan aksi damai ke kantor Bupati Bekasi pada Senin, 27 Juli 2026 menyikapi kegaduhan di tubuh internal badan usaha milik Pemerintah Kabupaten Bekasi, yakni Perumda Tirta Bhagasasi.
Aliansi Ormas Bekasi meminta Plt Bupati Bekasi melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap jajaran direksi Perumda Tirta Bhagasasi dan terutama memberhentikan Daud Husin dari jabatan Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Bhagasasi karena dianggap penyebab kegaduhan yang terjadi di internal badan usaha milik pemerintah Kabupaten Bekasi itu.
Bukti adanya kegaduhan, yakni dengan terpasangnya spanduk ukuran besar di kantor pusat Perumda Tirta Bhagasasi bertuliskan Mosi Tidak Percaya atas kepemimpinan Bapak Daud Husin, S.HI selaku Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi.
Spanduk tersebut menampilkan foto para pemangku jabatan Perumda Tirta Bhagasasi dan beredar viral di media sosial.






