TANGERANG, poroskabar.com – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto bersama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman mengunjungi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang, Selasa (21/7), dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026. Kunjungan bertajuk “Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan” itu bertujuan memastikan hak pendidikan dan pembinaan bagi anak yang berhadapan dengan hukum tetap terpenuhi secara setara.
Dalam kunjungannya, Menteri Agus menjelaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk memastikan berbagai program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan dan perlindungan anak, telah diterapkan secara merata di lingkungan LPKA sebagaimana di sekolah-sekolah umum.
“Hari ini kami bersama Bapak Kepala Staf Presiden melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan program pemerintah. Hasilnya, anak-anak binaan di LPKA memperoleh layanan pendidikan yang sama dengan anak-anak di luar,” ujar Agus.

Ia menegaskan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berkomitmen memenuhi hak pendidikan seluruh anak binaan tanpa diskriminasi. Selain memperoleh pendidikan formal, mereka juga mendapatkan pembinaan keterampilan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
Menurut Agus, seluruh program pelatihan yang diberikan bertujuan membangun kemandirian anak binaan dan tidak diarahkan untuk kepentingan produksi atau eksploitasi tenaga kerja.
“Apa yang diterima peserta didik di luar juga diterima oleh anak-anak di LPKA. Kami berharap fasilitas pendidikan yang terus ditingkatkan ini dapat membantu mereka mengikuti perkembangan ketika kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala KSP Dudung Abdurachman menyampaikan apresiasi terhadap pola pembinaan yang diterapkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan hidup, pembentukan karakter, serta pembinaan mental dan keagamaan.
“Saya melihat pembinaan yang dilakukan di sini sangat baik. Anak-anak tetap mendapatkan pendidikan, pelatihan keterampilan, serta pembinaan mental sehingga memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Dudung.
Ia juga menyoroti pemerataan fasilitas pendidikan yang diberikan pemerintah, salah satunya melalui bantuan Smart Board dari Presiden RI. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bukti bahwa negara memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak Indonesia, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di LPKA.
“Anak-anak di LPKA memperoleh fasilitas yang sama dengan siswa di sekolah umum, baik negeri maupun swasta. Ini menunjukkan negara hadir untuk memastikan hak pendidikan mereka tetap terpenuhi,” katanya.
Selain meninjau ruang kelas, perpustakaan, serta fasilitas pelatihan keterampilan, Menteri Agus dan Dudung turut menyaksikan penampilan seni dari anak-anak binaan berupa kolaborasi musik angklung dan band. Mereka juga menyerahkan paket alat tulis secara simbolis kepada para anak binaan sebelum mengikuti dialog interaktif secara virtual bersama anak-anak dari seluruh LPKA di Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak, termasuk yang sedang menjalani pembinaan, tetap memperoleh hak atas pendidikan, pembinaan, dan kesempatan membangun masa depan yang lebih baik.








